Indonesian Lottery_Countries where online gambling is legal_Roulette Law_Indonesia Casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:AGBaccarat

“Itu OFootball earlym GonzFootbFootball earlyall earlyalez sama Tante Eva Football earlykok ikut-ikutan main sinetron, sih? Mending iklan sosis deh…”

“Masih adakah cinta yang abadi. Menyatukan dua hati saling isi. Daun pun menari, alam bersaksi. Seindah musim ceri ~~~”

Pada pertengahan tahun lalu, KPI pernah merilis 6 program tak berkualitas yang disusun lewat sebuah survei. Salah satu yang masuk dalam daftar tersebut adalah sinetron “7 Manusia Harimau”. Menurut survei KPI, program ini hanya meraih indek kualitas sebesar 2,20 dari 5. Hal itu lantaran sinetron ini lebih banyak bermuatan mistik, horor, dan supranatural.

Jika boleh jujur, sebenarnya gak ada yang salah dengan tayangan-tayangan televisi di Indonesia. Sinetron, talkshow, infotainment, sampai acara musik yang pakai penonton bayaran itu pun sah-sah saja. Toh, sampai sekarang mereka tetap bertahan meskipun gak sedikit orang yang berkoar-koar menyampaikan hujatan.

Gak bisa dipungkiri, televisi sekadar menyajikan apa yang pasti disukai “pasar” kok. Kenapa sampai sekarang masih banyak tayangan gak bermutu dan sinetron-sinetron yang absurd? Ya, karena masih banyak penontonnya.

Parahnya lagi, jumlah pemain yang terlibat di sinetron ini juga sangat banyak. Bisa sampai satu RT atau satu RW kalau dikumpulin semua. Dibungkus dengan nilai-nilai religi, sinetron ini memang sepertinya punya basis penggemar garis keras yang bakal gak rela kalau Tukang Bubur gak lagi nongol di TV.

*Untuk menyelesaikan artikel ini, penulis gak perlu nongkrong di depan TV. Cukup ngobrol sama Ibu, Adik, dan tetangga yang sedihnya jadi die hard fans sinetron-sinetron di atas…